-->

Halaman

    Social Items



Tidak semua orang bisa mengingat masa-masa saat umur dua tahun. Tepatnya saat semangat belajar berjalan dari tertatih-tatih sampai bisa lari. Atau mungkin sebagian orang bisa mengingat momen saat orang tua kita dengan sabar hingga jadi bawel mengajarkan kita agar bisa membaca. Sampai televisi rumah tidak boleh menyala dan akting pura-pura mengantuk gak mempan. Oke cukup, kali ini aku tidak ingin bernostalgia tentang memori tumbuh kembang di masa kecil kita. Aku ingin membicarakan tentang titik-titik transisi hidup.

Sumber: IG @Fannc.vibes

Hidup semua orang pastinya mengalami transisi dari waktu ke waktu. Ada anak kecil yang awalnya lama banget pasang kancing baju sampai bisa pasang sambil merem. Ada juga seorang kakek yang pergi memancing ke sekian kalinya baru dapat ubur-ubur. Yang terpenting, bukan masalah pasang kancing baju sambil merem dan ubur-ubur yang dibawa pulang, melainkan transisi yang gak lain adalah "proses". Proses tumbuh dari B jadi A. Dari A jadi tak terhingga.

Tapi kita kebanyakan menuntut pada diri sendiri untuk "selalu" mencapai hasil transisi yang wow. Hingga kita merasa tertekan dan pada akhirnya ambil jalan mudah, yaitu "menyerah". Kita lupa caranya bertindak sebagai manusia, yang sejatinya hidup adalah tentang belajar. 

Mari kita nikmati momen-momen saat ini yang akan jadi cerita suatu saat nanti. Masalah hasil baik dari sebuah tindakan hanyalah hadiah, yang terpenting adalah menikmati setiap transisi. Tidak ada kata gagal, yang ada adalah menang atau belajar.

Semangat selalu. Hidup gak bisa cuma dibuat rebahan.


Hidup: Transisi A Jadi Tak Terhingga



Tidak semua orang bisa mengingat masa-masa saat umur dua tahun. Tepatnya saat semangat belajar berjalan dari tertatih-tatih sampai bisa lari. Atau mungkin sebagian orang bisa mengingat momen saat orang tua kita dengan sabar hingga jadi bawel mengajarkan kita agar bisa membaca. Sampai televisi rumah tidak boleh menyala dan akting pura-pura mengantuk gak mempan. Oke cukup, kali ini aku tidak ingin bernostalgia tentang memori tumbuh kembang di masa kecil kita. Aku ingin membicarakan tentang titik-titik transisi hidup.

Sumber: IG @Fannc.vibes

Hidup semua orang pastinya mengalami transisi dari waktu ke waktu. Ada anak kecil yang awalnya lama banget pasang kancing baju sampai bisa pasang sambil merem. Ada juga seorang kakek yang pergi memancing ke sekian kalinya baru dapat ubur-ubur. Yang terpenting, bukan masalah pasang kancing baju sambil merem dan ubur-ubur yang dibawa pulang, melainkan transisi yang gak lain adalah "proses". Proses tumbuh dari B jadi A. Dari A jadi tak terhingga.

Tapi kita kebanyakan menuntut pada diri sendiri untuk "selalu" mencapai hasil transisi yang wow. Hingga kita merasa tertekan dan pada akhirnya ambil jalan mudah, yaitu "menyerah". Kita lupa caranya bertindak sebagai manusia, yang sejatinya hidup adalah tentang belajar. 

Mari kita nikmati momen-momen saat ini yang akan jadi cerita suatu saat nanti. Masalah hasil baik dari sebuah tindakan hanyalah hadiah, yang terpenting adalah menikmati setiap transisi. Tidak ada kata gagal, yang ada adalah menang atau belajar.

Semangat selalu. Hidup gak bisa cuma dibuat rebahan.


Fiksi

Subscribe Our Newsletter