-->

Halaman

    Social Items


Himbauan di rumah aja selama pandemi covid-19 sudah berlangsung lebih dari sebulan. Karantina diri dengan jatah waktu yang benar-benar dihabiskan di rumah. Mulai dari bangun tidur pagi hingga menuju tidur malam. Tapi siklus waktunya tidak se-simple itu. Bukan diisi penuh dengan rutinitas rebahan, melainkan wajib mengharuskan diri untuk punya jadwal setiap harinya.
Jadwal ini nggak harus dipajang di selembar kertas dan ditempel sebagai alarm pengingat. Yang wajib dimiliki adalah niat. Jika kita sudah mengantongi niat, cukup mencatat jadwal pencapaian goal tersebut di dalam otak maka kita akan displin pada diri kita sendiri. 
Jadwal selama karantina ini tidak harus tentang hal-hal besar, bisa diisi dengan menyelesaikan banyak buku, belajar resep baru, rutin olahraga, menekuni passion pribadi masing-masing, quality time bersama keluarga, dan ikut andil dalam mengedukasi masyarakat terkait Covid-19. 
Karantina selama pandemi Covid-19 juga sangat bisa merubah kita menjadi orang yang serba bermalas-malasan. Rutinitas sehari-hari yang sudah dijadwalkan sangat bisa berakhir hanya di angan saja. Hanya menggebu-gebu di awal dan berangsur surut. Bisa karena terlalu asyik sama gravitasi kasur, ketagihan melototin media sosial, atau nggak bisa lepas untuk naik level game. Tapi ketika nanya ke diri sendiri, pasti akan menyebutkan alasan-alasan yang sebenarnya menunjukkan kelemahan kita. Bahkan kadang sampai bingung dengan kegiatan apa yang harus dilakukan dengan tuntutan untuk tetap di rumah saja. Ini karena kita tidak punya rencana jadwal setiap harinya.
Jadi guys, sebenarnya karantina pandemi covid-19 ini bisa jadi penentu siapa diri kita setelah ini. Jika kita melewati masa karantina ini tanpa bisa mendapatkan keterampilan baru, memperluas pengetahuan, dan mencapai salah satu list goal kita, sebenarnya kita tidak kekurangan waktu tapi kita termasuk orang tak disiplin. Jangan sampai kita termasuk dalam kaum malas, ya guys. Yuk, tetap semangat untuk disiplin dan jadikan diri kita yang baru dengan pemikiran luas tanpa batas.

Siapa Kita Setelah Karantina Pandemi Covid-19?


Himbauan di rumah aja selama pandemi covid-19 sudah berlangsung lebih dari sebulan. Karantina diri dengan jatah waktu yang benar-benar dihabiskan di rumah. Mulai dari bangun tidur pagi hingga menuju tidur malam. Tapi siklus waktunya tidak se-simple itu. Bukan diisi penuh dengan rutinitas rebahan, melainkan wajib mengharuskan diri untuk punya jadwal setiap harinya.
Jadwal ini nggak harus dipajang di selembar kertas dan ditempel sebagai alarm pengingat. Yang wajib dimiliki adalah niat. Jika kita sudah mengantongi niat, cukup mencatat jadwal pencapaian goal tersebut di dalam otak maka kita akan displin pada diri kita sendiri. 
Jadwal selama karantina ini tidak harus tentang hal-hal besar, bisa diisi dengan menyelesaikan banyak buku, belajar resep baru, rutin olahraga, menekuni passion pribadi masing-masing, quality time bersama keluarga, dan ikut andil dalam mengedukasi masyarakat terkait Covid-19. 
Karantina selama pandemi Covid-19 juga sangat bisa merubah kita menjadi orang yang serba bermalas-malasan. Rutinitas sehari-hari yang sudah dijadwalkan sangat bisa berakhir hanya di angan saja. Hanya menggebu-gebu di awal dan berangsur surut. Bisa karena terlalu asyik sama gravitasi kasur, ketagihan melototin media sosial, atau nggak bisa lepas untuk naik level game. Tapi ketika nanya ke diri sendiri, pasti akan menyebutkan alasan-alasan yang sebenarnya menunjukkan kelemahan kita. Bahkan kadang sampai bingung dengan kegiatan apa yang harus dilakukan dengan tuntutan untuk tetap di rumah saja. Ini karena kita tidak punya rencana jadwal setiap harinya.
Jadi guys, sebenarnya karantina pandemi covid-19 ini bisa jadi penentu siapa diri kita setelah ini. Jika kita melewati masa karantina ini tanpa bisa mendapatkan keterampilan baru, memperluas pengetahuan, dan mencapai salah satu list goal kita, sebenarnya kita tidak kekurangan waktu tapi kita termasuk orang tak disiplin. Jangan sampai kita termasuk dalam kaum malas, ya guys. Yuk, tetap semangat untuk disiplin dan jadikan diri kita yang baru dengan pemikiran luas tanpa batas.

Fiksi

Subscribe Our Newsletter