Tour Covid-19 bukan hanya di Indonesia tapi sudah mendominasi di ratusan negara di dunia. Kasus pasien positif terinfeksi Covid-19 secara global telah menembus angka 1.774.063 per hari Minggu ini (12/4/2020). 401.500 di antaranya telah berhasil sembuh.
Berita tentang update jumlah pasien yang positif Covid-19 terus bermunculan setiap harinya. Hal itu pastinya cukup membuat kita resah. Serba parno. Serba was-was. Tapi kita harus percaya, Covid-19 hadir bukan hanya untuk membuat kita panik. Banyak hal yang dapat dimaknai jika kita berpikir jernih.
1. Kesadaran diri
Covid-19 wujudnya kasat mata tapi telah menyebar luas. Fakta tersebut dapat menyadarkan diri kita bahwa kita hanya manusia lemah. Tak punya hak untuk menyombongkan diri atas apa yang melekat pada diri kita. Covid-19 ini adalah titik balik kita untuk terlahir kembali menjadi pribadi yang lebih rendah hati dan semakin mendekatkan diri dengan Sang Kuasa.
2. Hidup sehat
Sebelum pandemi Covid-19, mungkin beberapa orang tidak begitu peduli dengan pola hidup sehat. Jika hanya demam, flu, dan batuk akan dianggap remeh hanya dengan beli obat ke apotek atau periksa ke dokter. Tapi sekarang nggak semudah itu, orang batuk atau flu-pun sudah seperti dianggap maling. Mencurigakan. Karena itu, sekarang kita semua sudah mulai menjaga kebersihan dan membiasakan diri mengikuti pola hidup sehat. Mulai dari cuci tangan, olahraga, berjemur, mengkonsumsi minuman herbal, dsb. Semakin sadar diri akan pentingnya kesehatan.
3. Quality time bersama keluarga
Biasanya weekend jadi sasaran untuk kumpul bersama keluarga, karena saking padatnya kegiatan dari Senin-Sabtu. Tapi semenjak dihimbau untuk di rumah saja, jadi punya banyak waktu untuk quality time bersama keluarga.
4. Kepedulian antar sesama
Kita bisa rebahan atau melakukan segala aktivitas produktif selama di rumah saja. Tapi tidak dengan para tenaga medis yang menjadi garda terdepan. Dengan berat hati menahan rindu tak berjumpa dengan keluarga. Semua pasien Covid-19 juga berjuang untuk sembuh. Hal tersebut menggerakkan hati kita untuk saling peduli dengan memberikan donasi dan saling mendoakan. Bukan hanya itu, saat flu atau batukpun, kita memakai masker sebagai wujud kepedulian kita antar kesehatan sesama.
5. Bersyukur
Hal satu ini yang sering kita lupa. Kita lupa untuk mensyukuri kesehatan tubuh. Bersyukur atas waktu dan disadarkan atas perilaku buruk kita terhadap bumi.
Jadi, banyak makna yang dapat kita resapi. Jangan terlalu panik, kita cukup mengikuti himbauan dari pemerintah dan WHO dengan baik. Dengan begitu, semoga Indonesia kembali pulih.
