Pesawat Batik Air tujuan Jambi-Jakarta mendarat darurat ketika baru 23 menit lepas landas karena mengalami gangguan teknis di Bandara Sulthan Thaha, Jambi, Sabtu (6/3).
Pesawat ini telah berhasil dipindahkan dari landasan pacu ke landasan parkir (apron). Pemindahan posisi pesawat dilakukan pukul 06.20 WIB, Minggu (7/3).
Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Batik Air, menyatakan bahwa evakuasi dan penarikan (towing) badan pesawat dilakukan melalui koordinsi dan kerja sama yang baik dengan semua pihak yang terlibat.
"Pukul 06.20 WIB, pemindahan posisi pesawat dilakukan dengan aman dan tepat sesuai dengan prosedur. Saat ini, Airbus 320-200 registrasi PK-LUT sudah berada di landasan parkir," terangnya.
Pada pukul 02.26 WIB, pesawat Batik Air masih dilandasan pacu (runway). Namun upaya pemasangan alat bantu pada roda pendaratan pesawat bagian depan dan pemindahan tetap dilaksanakan. Sebab, teknisi, peralatan, dan perlengkapan telah tiba di Bandara Udara Sultan Thaha pada pukul 02.25 WIB. Teknisi dan peralatan diterbangkan dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, mengunakan Wings Air.
Batik Air senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan pengelola bandara udara setempat (PT Angkasa Pura II Sultan Thaha), regulator, dan instansi lain, dalam proses pemindahan posisi pesawat.
"Kami berkoordinasi dan menyerahkan proses investigasi atas insiden penerbangan ID 68-03 kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan untuk nanti dapat diberikan rekomendasi kepada Batik Air," jelas Danang.
Sebelumnya sudah dijelaskan oleh Indra Gunawan selaku Executive General Manager Bandara Sultan Thah Jambi, terkait alasan pesawat mendarat darurat.
"Iya, penerbangan Batik Air tadi sempat mengalami RTB (Return to Base) dan emergency landing (mendarat darurat) di Bandara Sultan Thaha Jami," kata Indra dilansir dari detikcom.
Indra menjelaskan jika pesawat lepas landas tepat pada pukul 13.28 WIB, namun harus mendarat di bandara yang sama pada pukul 13.51 WIB. Hal tersebut karena terdapat kendala pada roda depan (nose wheel).
Berdasarkan data yang dihimpun, ada 117 penumpang yang terdiri dari 114 penumpang dewasa, 2 anak-anak, dan 1 balita. Semuanya dievakuasi saat pesawat mendarat.
Batik Air menyatakan telah memberikan layanan kompensasi penundaan keberangkatan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
