-->

Halaman

    Social Items


Hari pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November selalu memiliki tema yang berbeda setiap tahunnya. Untuk tema peringatan Hari Pahlawan tahun 2020 ini adalah "Pahlawanku Sepanjang Masa" dengan tagline peringatannya adalah "Semarak Hari Pahlawan".


Arti dan Makna Tema Hari Pahlawan 2020

Dulu pahlawan identik dengan perjuangan melawan penjajah untuk menegakkan kemerdekaan Indonesia, tapi saat ini pahlawan dimaknai dengan sosok panutan yang dapat membawa perubahan serta memberikan kontribusi positif dari berbagai sisi; segi ekonomi, sosial budaya, seni, politik bahkan pariwisata dengan lingkup lokal hingga internasional.

Di era digital telah banyak bermunculan sosok dengan ide, karya, dan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkup regional, nasional, dan juga dunia. Seperti diantaranya; influencer, content creator, olahragawan, pebisnis muda, artis, animator, dan pekerjaan lainnya. 


Sejarah Hari Pahlawan

Mayor Jenderal Robert Mansergh, Komandan Divisi 5 Inggris, mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Surabaya pada tanggal 9 November 1945. Berikut bunyi ultimatumnya:


“Semua pemimpin Indonesia, termasuk pemimpin gerakan pemuda, kepala polisi, dan kepala radio Surabaya harus melaporkan diri di Bataviaweg menjelang jam 18.00 tanggal 9 November 1945."


“Mereka harus berbaris satu persatu membawa segala jenis senjata yang mereka miliki. Senjata tersebut harus diletakkan di tempat yang berjarak 100 yard dari tempat pertemuan,” lanjutnya seperti dikutip dari buku Pelajar Pejuang (1985) karya Asmadi (hlm. 164). “Setelah itu, orang-orang Indonesia harus datang dengan tangan di atas kepala mereka, dan akan ditahan, dan harus siap untuk menandatangani pernyataan menyerah tanpa syarat,” tegas Mansergh.


Perwira tinggi kelahiran Afrika Selatan dengan jelas menyebutkan "pimpinan gerakan pemuda" dalam peringatannya. Ia tidak menunjuk secara spesifik bahwa ultimatum tersebut ditujukan kepada angkatan perang Indonesia. Manserg hanya menyinggung kepala polisi yang tentunya belum mewakili militer RI secara keseluruhan.


Setelah tewasnya pemimpin pasukan Inggris di Jawa Timur, Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby, peringatan tersebut diserukan kembali oleh Mansergh pada 30 Oktober 1945. Inggris murka dan memperingatkan pihak Republik untuk segera menyerah. Jika tidak, bentrokan bersenjata akan terjadi. Tapi arek-arek Surabaya tidak gentar. Akhirnya, pertempuran sengit terjadi pada 10 November 1945. Hari yang menjadi saksi puluhan ribu jiwa yang menjadi korban.

Kami akan selalu mengenang jasamu, para pahlawanku. 


Sumber: Tirto.id

Logo, Tema, Arti dan Makna Hari Pahlawan 2020


Hari pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November selalu memiliki tema yang berbeda setiap tahunnya. Untuk tema peringatan Hari Pahlawan tahun 2020 ini adalah "Pahlawanku Sepanjang Masa" dengan tagline peringatannya adalah "Semarak Hari Pahlawan".


Arti dan Makna Tema Hari Pahlawan 2020

Dulu pahlawan identik dengan perjuangan melawan penjajah untuk menegakkan kemerdekaan Indonesia, tapi saat ini pahlawan dimaknai dengan sosok panutan yang dapat membawa perubahan serta memberikan kontribusi positif dari berbagai sisi; segi ekonomi, sosial budaya, seni, politik bahkan pariwisata dengan lingkup lokal hingga internasional.

Di era digital telah banyak bermunculan sosok dengan ide, karya, dan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkup regional, nasional, dan juga dunia. Seperti diantaranya; influencer, content creator, olahragawan, pebisnis muda, artis, animator, dan pekerjaan lainnya. 


Sejarah Hari Pahlawan

Mayor Jenderal Robert Mansergh, Komandan Divisi 5 Inggris, mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Surabaya pada tanggal 9 November 1945. Berikut bunyi ultimatumnya:


“Semua pemimpin Indonesia, termasuk pemimpin gerakan pemuda, kepala polisi, dan kepala radio Surabaya harus melaporkan diri di Bataviaweg menjelang jam 18.00 tanggal 9 November 1945."


“Mereka harus berbaris satu persatu membawa segala jenis senjata yang mereka miliki. Senjata tersebut harus diletakkan di tempat yang berjarak 100 yard dari tempat pertemuan,” lanjutnya seperti dikutip dari buku Pelajar Pejuang (1985) karya Asmadi (hlm. 164). “Setelah itu, orang-orang Indonesia harus datang dengan tangan di atas kepala mereka, dan akan ditahan, dan harus siap untuk menandatangani pernyataan menyerah tanpa syarat,” tegas Mansergh.


Perwira tinggi kelahiran Afrika Selatan dengan jelas menyebutkan "pimpinan gerakan pemuda" dalam peringatannya. Ia tidak menunjuk secara spesifik bahwa ultimatum tersebut ditujukan kepada angkatan perang Indonesia. Manserg hanya menyinggung kepala polisi yang tentunya belum mewakili militer RI secara keseluruhan.


Setelah tewasnya pemimpin pasukan Inggris di Jawa Timur, Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby, peringatan tersebut diserukan kembali oleh Mansergh pada 30 Oktober 1945. Inggris murka dan memperingatkan pihak Republik untuk segera menyerah. Jika tidak, bentrokan bersenjata akan terjadi. Tapi arek-arek Surabaya tidak gentar. Akhirnya, pertempuran sengit terjadi pada 10 November 1945. Hari yang menjadi saksi puluhan ribu jiwa yang menjadi korban.

Kami akan selalu mengenang jasamu, para pahlawanku. 


Sumber: Tirto.id

Fiksi

Subscribe Our Newsletter