-->

Halaman

    Social Items

Kemenangan Timnas U-22 melawan Thailand di Piala AFF Selasa (26/2/2019) lalu masih terus disuarakan di media. Menjadi topik utama dalam sekumpulan ibu pembeli sayur, para bapak di kedai kopi, bahkan juga di kalangan anak kecil penjilat es krim. Tidak heran, kemenangan di pesta olah raga sepak bola tersebut diidamkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut tidak lain berkat kerja keras Timnas U-22 dan sekantong doa yang dipanjatkan penonton selama pertandingan berlangsung.

Hebatnya, berita kemenangan tersebut selalu ditunggu oleh masyarakat di stasiun televisi. Bukan berita persengitan politik yang berakhir pada ambiguitas, antara kebenaran atau pencitraan semata. Masyarakat sudah jenuh dengan hoaks yang menjadi makanan pokok yang dibahas dan perdebatan panjang lebar tanpa ada yang mau disalahkan. Sementara masyarakat Indonesia terutama masyarakat kecil di pelosok negeri ini hanya menginginkan bukti, bukan tayangan adu dialog yang tidak berakhir nyata. Lagu klasik dan masyarakat bosan bermain di dalam labirin untuk berpihak pada yang tepat.

Untunglah mereka menemukan perbincangan yang layak, kemenangan Timnas U-22. Sudah secara nyata memberikan mereka kepuasaan batin. Bahkan bukan hanya untuk mereka saja, melainkan juga untuk para pemeran politik yang sejenak mereda dan ikut merayakan kebahagiaan ini. Memang sudah seharusnya Timnas U-22 dikenang sebagai pahlawan. Pahlawan di tengah panasnya tahun politik negeri ini. 

Kemenangan Timnas U-22: "Pahlawan Di Tengah Panasnya Tahun Politik"

Kemenangan Timnas U-22 melawan Thailand di Piala AFF Selasa (26/2/2019) lalu masih terus disuarakan di media. Menjadi topik utama dalam sekumpulan ibu pembeli sayur, para bapak di kedai kopi, bahkan juga di kalangan anak kecil penjilat es krim. Tidak heran, kemenangan di pesta olah raga sepak bola tersebut diidamkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut tidak lain berkat kerja keras Timnas U-22 dan sekantong doa yang dipanjatkan penonton selama pertandingan berlangsung.

Hebatnya, berita kemenangan tersebut selalu ditunggu oleh masyarakat di stasiun televisi. Bukan berita persengitan politik yang berakhir pada ambiguitas, antara kebenaran atau pencitraan semata. Masyarakat sudah jenuh dengan hoaks yang menjadi makanan pokok yang dibahas dan perdebatan panjang lebar tanpa ada yang mau disalahkan. Sementara masyarakat Indonesia terutama masyarakat kecil di pelosok negeri ini hanya menginginkan bukti, bukan tayangan adu dialog yang tidak berakhir nyata. Lagu klasik dan masyarakat bosan bermain di dalam labirin untuk berpihak pada yang tepat.

Untunglah mereka menemukan perbincangan yang layak, kemenangan Timnas U-22. Sudah secara nyata memberikan mereka kepuasaan batin. Bahkan bukan hanya untuk mereka saja, melainkan juga untuk para pemeran politik yang sejenak mereda dan ikut merayakan kebahagiaan ini. Memang sudah seharusnya Timnas U-22 dikenang sebagai pahlawan. Pahlawan di tengah panasnya tahun politik negeri ini. 

Fiksi

Subscribe Our Newsletter