-->

Halaman

    Social Items


Emak
Jiwaku bukan penyair kondang
Tak piawai akan diksi yang elegan
Jemariku bukan seniman
Tak lihai melukiskanmu kebahagiaan
Aku hanya sang anak kapas
Merindukan bulan lepas
Bersinar di genggaman tanpa batas
Emak
Apa artiku bagimu
Diriku bukanlah engkau
Yang pantas kau beritakan ke dunia
Ragaku pengagum resah
Penyebar jejak seantero dunia
Hingga sepatu bututku menganga
Angin berbisik sedikit arogan
Suara mirip namun tak sepadan
Yang datang bukan yang pergi
Yang pergi bukan yang menyeru kali ini
Mereka pergi memikul asa
Tinggallah diriku terombang cita
Terpaku menerka warna
Entah spektrum atau aurora
Mengapa ku keluhkan?
Kemana keutuhan jiwa?
Apa aku bersujud tunduk pada DNA?
Atau ini jati diri para pengelana?
Emak
Tak ku resahkan warisanmu dalam ambang
Hadirmu lebih dari aurora idaman kumbang
Tenanglah
Telah ku asingkan diri di peraduan senja
Membisikiku kedatangan purnama
Mengukur jarak ke ujung cakrawala
Mendikteku untuk terpesona
Ku pamerkan mahkota ilmu yang bertahta
Ku ringkuk angin sang kuasa
Terbang berkelana
Hingga raga ini punya nama
Dengan lantang ku serukan
Aku lahir dari rahim muliamu, Emak

Puisi "Sajak Anak Kapas"


Emak
Jiwaku bukan penyair kondang
Tak piawai akan diksi yang elegan
Jemariku bukan seniman
Tak lihai melukiskanmu kebahagiaan
Aku hanya sang anak kapas
Merindukan bulan lepas
Bersinar di genggaman tanpa batas
Emak
Apa artiku bagimu
Diriku bukanlah engkau
Yang pantas kau beritakan ke dunia
Ragaku pengagum resah
Penyebar jejak seantero dunia
Hingga sepatu bututku menganga
Angin berbisik sedikit arogan
Suara mirip namun tak sepadan
Yang datang bukan yang pergi
Yang pergi bukan yang menyeru kali ini
Mereka pergi memikul asa
Tinggallah diriku terombang cita
Terpaku menerka warna
Entah spektrum atau aurora
Mengapa ku keluhkan?
Kemana keutuhan jiwa?
Apa aku bersujud tunduk pada DNA?
Atau ini jati diri para pengelana?
Emak
Tak ku resahkan warisanmu dalam ambang
Hadirmu lebih dari aurora idaman kumbang
Tenanglah
Telah ku asingkan diri di peraduan senja
Membisikiku kedatangan purnama
Mengukur jarak ke ujung cakrawala
Mendikteku untuk terpesona
Ku pamerkan mahkota ilmu yang bertahta
Ku ringkuk angin sang kuasa
Terbang berkelana
Hingga raga ini punya nama
Dengan lantang ku serukan
Aku lahir dari rahim muliamu, Emak

Fiksi

Subscribe Our Newsletter